Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa itu RAID? Konsep, Tujuan, dan Cara Kerjanya

Bagi kalian yang sedang menjalani kuliah atau kerja di bidang Ilmu Komputer pasti sudah mengenal seluk beluk tentang RAID. Nah bagi kalian yang belum tau tentang RAID yuk disimak!

Apa itu RAID?

RAID (Redundant Array of Independent Disks) merupakan sebuah teknologi virtualisasi penyimpanan data yang menggabungkan beberapa disk drive menjadi satu atau lebih untuk keperluan redundansi (penumpukan) data dan meningkatkan performa I/O disk drive.

Redundant Array of Independent Disks (RAID) menggabungkan banyak disk drive untuk meningkatkan apa yang dapat dilakukan oleh drive tunggal. Itu semua tergantung pada konfigurasi RAID, dan itu dapat meningkatkan kinerja komputer dengan hanya satu drive dapat menampung banyaknya drive yang digabungkan.

Konsep RAID

Sistem RAID terdiri dari dua atau lebih disk drive yang bekerja secara paralel. Metode yang digunakan pada RAID ini yaitu:

  • STRIPING, suatu teknik pemisahan data ke dalam blok tertentu. Metode ini dapat meningkatkan performa, karena sekumpulan data dibaca dari beberapa disk secara bersamaan. Tetapi bila satu disk mengalami kegagalan, maka disk lain juga akan mengalami kegagalan.

  • MIRRORING, metode ini menyalin data dari disk satu ke disk dua. Metode seperti dapat mempengaruhi toleransi kesalahan. Dimana teknik mirroring ini dapat meningkatkan proses pembacaan data dan mampu membaca disk lain secara bersamaan.
  • PARITY (Paritas), metode paritas pada RAID digunakan untuk memeriksa error pada disk dan mendapatkan redundansi data

Artikel terkait: Mengenal LPAR (Logical Partition)

Tujuan RAID

  • RAID merupakan sekumpulan disk drive yang diklaim sebagai sistem tunggal pada disk
  • RAID merupakan suatu teknologi yang digunakan untuk meningkatkan kinerja dan keandalan penyimpanan data
  • Kapasitas Redundant disk dipakai untuk menyimpan informasi paritas, yang sudah menjamin pemulihan data pada saat terjadi kegagalan disk atau terjadi suatu masalah

Bagaimana Cara Kerja RAID?

RAID merupakan metode pengelompokan masing-masing disk drive untuk membentuk satu drive yang lebih besar. RAID mendistribusikan data melalui disk array, lalu menduplikasi data tersebut pada setiap disk. 

Jika satu disk rusak, maka pemulihan data disk akan menukar disk lain yang ada di dalam array, otomatis data akan dilindungi. Semakin banyak disk yang digabungkan, maka peluang untuk kehilangan data semakin kecil.

Level RAID

RAID memiliki tingkatan, setiap tingkatannya memiliki karakteristik masing-masing dalam segi performa, kapasitas, dan toleransi kesalahan.

  • RAID 0 (Disk Striping)

RAID 0 atau disebut dengan Disk Striping biasanya digunakan untuk meningkatkan kinerja disk drive. Pada RAID ini, data akan disimpan secara merata ke disk lain. 

Namun pada RAID 0 tidak memiliki paritas atau data redundansi dan tidak memiliki proteksi data terhadap kerusakan disk, jadi disk yang disalin apa adanya. RAID 0 hanya digunakan untuk kecepatan baca/tulis. RAID 0 menggunakan 100% dari total penyimpanan disk yang terpasang.


  • RAID 1 (Disk Mirroring)

RAID 1 dikenal sebagai disk mirror, memiliki prinsip seperti cermin. RAID 1 biasanya digunakan backup data. Pada RAID 1, data yang ditulis di disk pertama akan disalin pada disk lain. RAID 1 memiliki data redundansi atau paritas, jika terjadi kerusakan pada disk satu, maka data yang ada pada disk satu akan disalin ke disk dua. 

Pada saat mengganti disk rusak dengan yang baru, disk kedua secara otomatis akan melakukan sinkronisasi menyalin data ke disk yang baru saja diganti. Namun RAID 1 menggunakan 50% dari total penyimpanan disk yang terpasang pada mesin. Contohnya 4 buah disk drive 1TB akan menghasilkan total kapasitas sebesar 2TB. RAID 1 memiliki performa yang baik dan redundansi data yang sangat tinggi


  • RAID 1+0 / 10 (Mirroring + Striping)

Pada RAID ini mengkombinasi antara RAID 1 dan RAID 0. RAID ini memiliki performa baca/tulis dan redundansi data yang sangat tinggi (memiliki toleransi kesalahan hingga beberapa disk). RAID 1+0 disk lain disalin secara berpasangan, dan hasil salinannya di-striping, jadi memiliki toleransi kerusakan 1 disk per mirror stripe. Pada RAID ini disk yang rusak pada pasangannya masih bisa diakses.

  • RAID 5 (Disk Striping dengan Paritas Terdistribusi)

Cara kerja dari RAID 5 sama dengan RAD 0, bedanya pada RAID 5 menggunakan paritas. RAID 5 menggunakan metode block-level striping, dimana data paritas ini disebar ke beberapa disk untuk menghindari pengurangan kinerja. 

Dengan adanya paritas ini, sistem RAID 5 akan tetap berfungsi jika terdapat salah satu kerusakan pada disk di dalam RAID 5. RAID 5 hanya memiliki 1 toleransi kerusakan. Contohnya 4 buah disk drive 600GB akan menghasilkan total kapasitas sebesar 1.8TB. RAID 5 memiliki performa dan redundansi data yang baik.


  • RAID 6 (Disk Striping dengan Dua Paritas)

Cara kerja dari RAID 6 hampir sama denga cara kerja RAID 5, bedanya pada RAID 6 menggunakan dua paritas. Pada RAID 6 memiliki dua toleransi kerusakan. Contohnya 4 buah disk drive dengan kapasitas 300GB akan menghasilkan total kapasitas sebesar 600GB. RAID 6 lebih unggul daripada RAID 5.

Muhammad Rifki Apriansyah
Muhammad Rifki Apriansyah Seorang pelajar yang sering berselancar di internet, gemar teknologi, dan menyukai Front-End.

Posting Komentar untuk "Apa itu RAID? Konsep, Tujuan, dan Cara Kerjanya"